Sejarah

Periodisasi sejarah di Riau dapat dibagi ke dalam empat fase yakni fase purba, fase Nusantara Murni, Fase India/Cina, Fase Islam/Kristen dan Fase Indonesia.

Fase Purba

Tidak banyak penelitian mengenai kondisi alam di Riau di masa purba, berbeda dengan penelitian mengenai manusia. Peradaban manusia purba ditemukan di DAS Singingi Kecamatan Logas berupa Kapak Penetak, Kapak Perimbas, Serut dan bahan untuk membuat batu serta fosil kayu yang masing-masing bisa untuk mengiris benda. Usia alat batu prasejarah tersebut menurut peneliti UGM Widya Nayati MA diperkirakan antara 10.000 – 40.000 tahun Sebelum Masehi.

Fase Purba Indonesia adalah Zaman Batu yang dibagi atas 4 tahap yakni:

1. Zaman Batu Tua /Paleolitikum yang kondisi batunya masih kasar dipergunakan oleh masyarakat pithecantropus/pacitan, homo wajakensis dan homo solensis/ngandong,blora yang berusia 50.000-10.000 SM.

2. Zaman Batu Tengah/Mesolitikum yang kondisi batunya sudah semakin halus dipergunakan oleh masyarakat Papua Melanesoid 10.000 – 5.000 SM.

3. Zaman Batu Muda/Neolitikum yang kondisi batunya sudah sangat halus dipergunakan oleh masyarakat Austronesia/Austro Asia 5000 – 3000 SM.

4. Zaman Batu Besar/Megalitikum yang sudah mampu membuat bangunan dari batu besar.

Zaman Logam di Indonesia terdiri dari :

1. Zaman Perunggu dengan mencampur tembaga dan timah berpusat di Donson – Tonkin Cina.

2. Zaman Besi yakni sudah dapat melebur besi dari biji-bijinya untuk dituang menjadi alat.

Bukit Kerang merupakan peninggalan zaman batu tengah di mana banyak ditemukan kapak genggam. Di Indonesia bukit kerang hanya ditemukan di tiga tempat yakni Aceh Tamiang, Guar Kepah Sumatera Utara dan Kawal Darat Bintan Riau.

Riau merupakan salah satu dari 3 tempat penemuan alat perunggu yakni Lumajang (Jawa Timur), Bogor (Jawa Barat) dan Bangkinang (Riau).

Alat besi di Indonesia hanya ditemukan di Gunung Kidul (Yogyakarta), Bogor (Jawa Barat), Besuki dan Punung (Jawa Barat).

Fase Nusantara

Masyarakat Nusantara yang mendiami Riau merupakan bagian dari kelompok besar masyarakat Mongoloid yang pada masa lalu mendiami kawasan bagian timur Asia. Mereka menggunakan sistem keturunan matrilineal yang saat ini masih dijumpai pada masyarakat Minangkabau, Sasak Lombok, Madagaskar, Yunan dan perbatasan Tibet. Orang-orang Belanda dan Jepang masih menemukan sistem matrilineal di Taiwan sebelum akhirnya berangsur-angsur menipis karena pengaruh sistem she dari Dinasti Manchu. Masyarakat Cina Utara merupakan kelompok pertama yang menerapkan sistem patrilineal yang mengakibatkan terjadinya konflik antara di bagian utara Cina dan bagian selatan. Masyarakat bagian Cina Selatan kemudian banyak bermigrasi, yakni ke Asia Tenggara, Pasifik dan Benua Amerika.

Masyarakat Nusantara telah mengenal struktur pemerintahan yang gelar-gelarnya dianalogikan dari gelar keturunan yakni Anak Kampung – Tuan (saudara tertua) – Rama (bapak) – Raka (kakek) – Ratu (buyut). Gelar Tuan dengan variasi Tuhan, Tohaan sebagai gelar bangsawan di Riau berubah menjadi Tengku (Tuanku), sementara Ratu / Datu dengan variasi Datuk.

Masyarakat Nusantara merupakan pemuja alam dan leluhur yakni gelombang, bulan dan matahari. Sisa pemujaan terhadap matahari masih ditemukan di Riau di lingkungan suku laut sebagaimana didokumentasikan oleh BM Syamsudin dalam salah satu novelnya.

Fase India dan Cina

Interaksi antara masyarakat nusantara dengan India telah dimulai semenjak abad ke-I M. Interaksi ini menyebabkan perubahan dalam sistem kekerabatan, sistem pemerintahan dan kepercayaan. Keberhasilan India disebabkan kemampuan melihat banyaknya kesamaan yang dievolusi ke sistem India. Dalam sistem pemerintahan, pendatang dari India berangsur-angsur mengenalkan istilah baru seperti Raja, namun beberapa istilah asli masih dipertahankan.

1. anak kampung – rakyat – anak negeri.

2. tuan (variasi Tuan, Tuhan di Tapanuli/Sumatra Barat contoh Tuhan Janaka, Tohaan di Sunda).

3. Rama (variasi nama jabatan/kekerabatan rama – amai – amang – mamang – paman –demang – camat).

4. Raka (variasi nama jabatan/kekerabatan raki – rakai – kaki – ki – aki – kiai contoh Aki Tirem Salakanagara, rakai mataram)

5. Ratu (variasi nama jabatan/kekerabatan datu – datuk).

Dalam kepercayaan, orang India seakan-akan hanya memperkenalkan nama baru untuk pujaan masyarakat Nusantara seperti Surya untuk matahari, Bayu untuk angin. Mereka pun berangsur-angsur mengubah tempat pemujaan menjadi candi.

Peninggalan Candi di Riau adalah Candi Muara Takus dan Candi Sintong.

Sama seperti India, orang Cina pun sudah mulai melakukan interaksi dengan masyarakat nusantara sejak permulaan abad masehi. Cina banyak berjasa dalam melakukan pencatatan misalnya tentang kerajaan Funan.

Tidak banyak diketahui tentang kerajaan-kerajaan awal Hindu Budha Riau termasuk kerajaan yang mendirikan Candi Muara Takus dan Candi Sintong. Sampai saat sekarang masih diperdebatkan oleh para ahli sejarah. Salah satu catatan tentang kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Riau adalah catatan di zaman Majapahit Negarakertagama yang menyebutkan nama-nama kerajaan seperti Karitang dan Kandis. Menjelang kedatangan Islam, Riau berada dalam dua kekuasaan Melayu saat itu, yakni Dinasti Maulimarwadewa yang berpusat di Sumatera Barat dan Kemaharajaan Malayu Malaka.

Masa Islam/Kristen

Sesungguhnya kedatangan agama Islam dan Kristen  di Indonesia berada pada masa yang tidak terpaut jauh. Masyarakat Sulawesi Selatan misalnya berada dalam pilihan antara memeluk agama Islam atau memeluk Kristen yang disebarkan oleh Portugis/Spanyol. Masyarakat Sunda dan Banyuwangi telah mengadakan hubungan dengan Portugis sebelum Islam menjadi agama pilihan mereka.

Tetapi, Riau telah memulai mengenal agama Islam sebelum Portugis/Spanyol tiba. Kuburan panglima Nazimuddin al Kamil di Air Tiris dan Syekh Burhanuddin al Kamil di Kuntu Kampar menjadi buktinya. Kerajaan Islam Rokan dan Kuntu telah berdiri tidak terpaut jauh dengan kerajaan-kerajaan Islam awal di Sumatera Utara seperti Barus, Lamuri, Perlak, Aru, Barumun dan Samudera Pasai. Tetapi, agama Islam belum menyebar ke seluruh Riau saat itu. Setelah Malaka menganut agama Islam dari Samudera Pasai, barulah penyebaran agama Islam menjadi marak. Empat dai dari Kampar kemudian berperan dalam penyebaran Islam di Asahan, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Setelah kejatuhan Malaka, kerajaan-kerajaan Islam berdiri di Riau, yakni Indragiri, Pelalawan, Siak dan kerajaan-kerajaan Rokan. Kerajaan-kerajaan ini eksis hingga mereka menyerahkan kekuasaannya ke pemerintah Indonesia.

Masa Indonesia

Indonesia sebagai gambaran negara nusantara di bekas Hindia Belanda secara resmi dikukuhkan dalam Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menghasilkan 4 identitas nasional bangsa Indonesia, yakni negeri Indonesia, bangsa Indonesia, bahasa Indonesia dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketika proklamasi kemerdekaan diumumkan, maka masyarakat Riau menyambutnya dengan antusias, Sultan Siak, Sultan Pelalawan turut aktif membentuk barisan pertahanan dan menyumbangkan kekayaannya untuk perjuangan. Pada waktu itu Riau berstatus karesidenan dalam wilayah propinsi Sumatera dan kemudian Sumatera Tengah. Ketimpangan pembangunan antara pusat Sumatera Tengah menyebabkan Kongres Rakyat Riau menuntut provinsi tersendiri dan resmi menjadi propinsi pada tahun 1957 dengan wilayah 4 kabupaten yakni Indragiri, Kampar, Bengkalis dan Kepulauan Riau serta 1 kotapraja Pekanbaru. Setelah reformasi, Kepulauan Riau yang geografisnya berbeda memekarkan diri dari Riau dan menjadi provinsi baru dengan ibukota yuridis Tanjungpinang namun ibukota ril Tanjungpinang.

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

One Response to “Sejarah”

  • … Unbelievable , but I just found software which can do all hard work promoting your riau.co.nf website on complete autopilot – building backlinks and getting your website on top of Google and other search engines 1st pages, so your site finally can get laser targeted qualified traffic, and so you can get lot more visitors for your website.

    YEP, that’s right, there’s this little known website which shows you how to get to the top 10 of Google and other search engines guaranteed.

    I used it and in just 7 days… got floods of traffic to my site…

    …Well check out the incredible results for yourself –
    http://autopilot-traffic-software.com

    I’m not trying to be rude here, but I believe when you find something that finally works you should share it…

    …so that’s what I’m doing today, sharing it with you:

    http://autopilot-traffic-software.com

    Take care – your friend George

Leave a Reply